Hobinya Timbul dari Hati
Yunita Rahmawati, perempuan menyukai tantangan juga memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Apalagi tantangan itu bisa membantu menambah wawasn dan pengetahuan. Sulit dia tolak jika hal itu menjadi tanggung jawabnya.
Dapat Ilmu Baru dari Komunitas Film
Aplagi tantangan itu tentang hobinya yang dia lakukan dari hati. Sastra. Seperti menulis puisi atau tulisan mengenai apapun yang itu timbul dari dalam hati dan pemikiran. "Terutama timbul dari rasa yang sejatinya hati juga ikut merasakn," kata perempuan yang akrab disapa Nita ini.
Mengapa demikian? Dia menilai dengan menulis dirinya bisa mengungkapkan apapun yang dirasakan. maka dari itu, perempuan yang mengaku suka menulis sejak sekolah menengah pertama ini terus menekuni kesukaannya itu sampai bangku kuliah.
Kuliah di salah satu kampus di Lumayang Nita mengambil jurusan pendiidkan bahasa dan sastra Indonesia. Jurusan itu dipilihnya untuk meneruskan apa yang sudah dimulainya sejak remaja itu.
Dia menurut, mempelajari sastra itu hanya untuk memperbanyak kosa kata indah yang mampu dijadikan puisi. "Setidaknya belajar belajar sastra itu akan mendapatkan banyak kata-kata baru yang terkadang asing didengar," ungkapnya.
Namun memang itu yang dia butuhkan, agar karya puisinya menjadi lebih memiliki makna dan tujuan. Sehingga menjadi karya yang mudah dipahami orang lain, mudah dicerna dan juga mudah dibaca oleh orang lain. Perempuan yang lahir di Jember 24 Juni 1995 ini ternyata anak yang berbakti kepada orang tuanya. Meski dirinya seorang mahasiswa dia mengaku selalu membantu orang tuanya untuk berjualan di kantin sekolah. Kebetulan Nita juga alumni sekolah itu. "Alhamdulillah sampai sekarang saya masih diberikan kkesempatan setiap pagi membantu ibu saya berjualan di kantin sekolah," kata anak perempuan pasangan Mashuri dan Iis Sugiati ini.
Tidak hanya itu, kecintaanya terhadap satra membuat Nita tergabung dalam komunitas film yang ada di Lumajang. Meski ada banyak cerita kenapa dirinya bergabung di sana, yang pasti ada banyak hal yang dia dapat dari komunitas itu.
Dia menceritakan, waktu itu dirinya hanya diajak untuk ke base camp teman-teman komunitasnya. Dari itu, dia dikenalkan dengan beberapa anggota di sana. "Awalnya hanya kenalan saja, terus diminta untuk ikut pembuatan film," tuturnya.
Tentu saja itu sebuah pengalaman besar yang tidak ingin dilewatkannya. "Saya langsung menjawab iya," ungkapnya. Selain berpikir untuk membantu, mendapatkan ilmu baru juga menjadi tujuan perempuan berapawakan mungil.
Apalagi, selama ini Nita tidak perbah tahu bagaimana proses syuting itu berlangsung. Dan kala itu dia berpikir, itu merupakan batu lompatan pertamanya untuk memiliki ilmu lebih, selain sastra yang ditekuninya saat ini.
Tentunya saja itu merupakan kegiatan yang menyenangkan. Selain banyak mendapatkan ilmu baru, kekeluargaan yang dibangun dalam komunitas itu tentunya yang tidak bisa dinilai dengan apapun. "Satu kata saja, kompak," tutupnya. (mar/ras)
Sumber : Jawa Pos - Radar Semeru, 27 Februari 2017
Ditulis Kembali oleh : nbl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar