Selasa, 28 Februari 2017

Awalnya Hanya Sampingan



PEREMPUAN asli Lumajang yang saat ini memiliki tempat tinggal di Bali ini ternyata meiliki tekad kuat dalam usahanya. Meski awalnya hanya untuk coba-coba, produk usahanya kali ini sudah terkenal di berbagai negara.

Mencoba bisnis kerajinan kulit menjadi pilihannya saat itu. Meski  sifatnya hanya sampingan, ternyata bisnis ini memberikan banyak keuntungan bagi dirinya.

Meita Yustin, begitu nama perempuan satu ini. Perempuan besar di Jalan A Yani ini sudah 10 tahun menggeluti bisnisnya itu. Mulai dari handbag, jaket, dompet dan pernak pernik lainnya di produksi sendiri. "Produksinya di Bali, karena saya tinggal di sana," katanya.

Senin, 27 Februari 2017

Punya Kesan di china



PRESTASINYA dalam dunia pendidikan membuat perempuan yang memiliki nama Anggun Fitriah menjejakkan kakinya di negara Shanghai China. Meski hanya empat bulan, Kesan berada di negara yang memiliki empat musim itu sangat berkesan bagi dirinya.

Perempuan yang beralamatkan di Desa Jatisari, Kecamatan Tempeh ini berkesempatan menjadi salah satu perwakilan dari kampusnya untuk melakukan pertukaran pelajaran. "Saya pernah ke China pada pertukaran mahasiswa atau student exchage disana sekitar empat bulan," katanya.

Tampilkan Budaya Bangsa di China

Anggun panggilan akrabnya ini menuturkan, banyak sekali hal yang menarik di negara China. Mulai dari kebiasaan masyaraklat, sampai kebudayaan masyarakat yang sampai saat ini mereka jaga.

Dalam pertukaran pelajar itu, Anggun bersama dengan ke sembilan temennya memiliki kesempatan untuk menampilkan budaya Indonesia. Itu merupakan sebuah kebanggaan bagi dirinya dan teman-temannya. "Walau itu menampilkan tari Kecak dari Bali di hadapan Mahasiswa di China," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, China memiliki musim yang sangat berbeda dengan Indonesia. Dan pada kesempatan itu, di China sedang musim dingin. Bahkan pada suhu saat itu hingga minus empat derajat.

Sudah barang tentu jika China sedang musim dingin, salju akan turun dan mengiasi daerah sekitarnya. "Sempat juga bertemu salju pada saat itu, betapa bahagianya dan beruntungnya saya bisa bertemu dan mengetahui salju dengan secara nyata," tuturnya lalu tersenyum.

Selain memiliki empat musim, ternyata di China itu juga memiliki empat nada bahasa. Bahasa Mandarin yang yang biasa mereka pakai itu memiliki nada sendiri-sendiri. Mengucapkan dengan nada yang berbeda akan memiliki makna yang berbeda.

Perempuan yang lahir di Lumajang 8 Maret 1996 ini, ternyata memiliki cerita unik saat berada di sana. Kesasar sudah pasti, mau bertanya pun juga belum banyak memahami bahasa China.

Terpaksa harus menggunakan bahasa isyarat. "Hanya belajar bahasa China dua minggu di sana," ungkapnya. Untung orang yang ditanyakan itu mengerti. Namun, jawaban balasan dari orang itu

hanya dia tafsirkan menggunakn bahasa kalbu."Ketika dijawab, saya dan teman-teman tidak mengerti, ya sudah diterawang saja kira-kira begitu," jelasnya kemudian tertawa.

Selain pengalaman kesan yang dia rasakan adalah orang-orang China yang sangat ramah dengan dirinya. Bahkan dia mengaku mempunyai teman baik asli orang China. "Ada teman sampai saat ini masih berkomunikasi, pokoknya baik-baik deh," ungkapnya.

Perilaku orang China yang selalu berjalan cepat pun dia amati. Terang saja, beberapa hariberada di sana Anggun selalu ngos-ngosan karena belum terbiasa. Kendali demikian bukan malah menyesal tapi ingin lebih lama lagi ada di sana.

Seningga perempuan yang saat ini sedang menjalankan tugas kampusnya di Malang itu sangat ingin kembali ke negara China. "Ingin sih, semoga bisa ke depan bisa kembali ke negara itu lagi," tutup anak perempuan pasanganb Sugianto dan Siti Sumirah ini. (mar/ras)

Sumber : Jawa Pos Radar Semeru, 23 Februari 2017


Disalin Kembali Oleh : (Yn)

Nari Sejak Lahir


KESAN pertama yang dirasakan jika berkenalan dengan erempuan ini adalah namanay yang anjang. Anugrah Hadiyanti Sukma Pertiwi.

Dia adalah salah satu remajan yang sangat mmeyukai tari sejak kecil. Dia mengatakan, tai yang dipelajari sejak kecil sampai saat ini adalah taeri tradisioanal. Menurutnya melestarikan budaya bangsa."Dari kecil memang sudah suka tari tradisional," katanya.

Sabtu, 25 Februari 2017

Suka Nyantai di Pantai


KEBANYAKAN
orang memiliki lokasi favorit untuk sekedar bersantai atau menengkan diri. Anisah Yuni farikh sangat menyukai pantai sebagi lokasi favoritnya.

Menjadikan pantai sebagai lokasi favorit bukan tanpa lasan. Nisa sapaan akrabnya, mengakui pantai itu memuiliki pamndangan yang tiada duanya. "pantai itu tempat yang sangat indah dan nyaman." katanya.

Dari Ujung ke Ujung


BEKERJA sebagai salah satu penyuluh kesehatan di Kecamatan Pronojiwo, ternyata perempuan yang memiliki nama Nuri Amalia Febriana ini menyisihkan sebuah cerita. Bukan soal dedikasinya dengan duania kesehatan, namun ada banyak pengalaman berharga dalam setiap jengkal perjalanannya.

Jumat, 24 Februari 2017

Pede Meski Suara Pas-pasan


Menyanyi merupakan kegiatan yang sangat disukai oleh Dantry Agustin. Meski suaranya pas-pasan, kepercayaan dirinya sangat tinggi. Meski sering mendapat cemooh dari teman dan keluarganya, tetap saja menyanyi adalah hobi yang paling dia sukai.

Bakal Kuliah di Kedokteran

Danty begitu perempuan ini akrab dipanggil, perawakannya yang selalu ceria membuat dirinya memiliki kepercayaan diri yang tinggi."Pede saja, meski banyak yang bilang suara saya tidak enak,"katanya lalu tertawa.
Kendati demikian, Danty terus saja menyanyi. Kepercayaan dirinya sudah mengalahkan semuanya. Pendiriannya pun teguh, dan menganggap suara yang dihasilkan dari pita suaranya sangatlah merdu.

Kamis, 23 Februari 2017

Ternyata, Jagoan PO



LIKA-LIKU kehidupan siapa yang tahu. Tak ada satupun yang mampu memprekdisi. Sekarang menjadi apa dan besok akan seperti apa. Yang perluu dilakukan adalah menjadikan yang terbaik setiap langkahnya.

Di kira Praktik Kuliah

PENAMPILANNYA beda.Saat keluar rumah tidak mengenakan pakaian seperti biasanya.Melainkan mengenakan seragam Satpol PP.Pantas saja jika tetangga bertanya-tanya.Di situlah kesan pertama yang dialami NIta Andriani saat hari pertama kerja.

Rabu, 22 Februari 2017

Nabung untuk Butik


Meski saat ini pekerjaannya tidak sesuai dengan keinginannya itu, tapi perempuan yang memiliki nama Agustin Ambarwati ini tetap bertekad untuk membuat butik. Sebuah rumah pakaian yang ingin dia kembangkan sendiri.

Begitulah yang dialami Zerika Nurafida. Perempuan beralamat di Jalan Ranu nomer 50, RT 20, RW 09 Desa/Kecamatan Klakah ini sempat mengalami lika-liku hidup yang tak menentu. Itu diawali sejak dia Lulus SMAN Klakah tahun 2011 lalu.

Jawara olimpiade

PERASAAN bangga dan bahagia saat itu melebur jadi satu.Tatkala,namanya di panggil sebagai juara pertama olimpiade bahasa Arab.Isyti Munjidah serasa tidak percaya.Namun,benar namanya yang dipanggil untuk menerima trofi kemenangan itu.

Kemenangan Jadi Cambuk untuk Lebih Baik


Perempuan yang lahir di Jember 13 Oktober 2001 ini,merupakan salah satu siswa dan sekaligus santri di salah satu pesantren di Lumajang."serasa mendapat sesuatu yang istimewa,"katanya.

Selasa, 21 Februari 2017

Si Satpam Cantik


MENJADI anggota satuan pengaman (satpam) bukan masalh bagi Sisilia Widya Rohmawati. Dia sangat enjoy menjadi satpam di salah satu perusahaan kayu di Lumajang.

Selalu Sempatkan Membaca


MENYEMPATKAN diri untuk melakukan kegiatan positif adalah aktivitas yabng selalu dilakukan perempuan yang satu ini. Hikma Meisura Aldanitami, hal positif yang selalu dia lakukan adalah membaca.

Senin, 20 Februari 2017

Obsesinya, Karyawan Dinas



PEREMPUAN yang biasa disapa Bulbul oleh teman-temannya ini, menaruh hati sebagai karyawan dinas. Keinginan itu dia rasakan lantaran terbiasa melihat orang tuanya yang menjadi salah satu karyawan dinas.

Punya Kesan di Gucialit


Banyak yang mengenal Gucialit karena kebun tehnya yang terhampar luas. Selain itu, pemandangann hijau daun teh juga memberikna kesan tersendiri bagi siapapun yang datang ke
tempat istimewa itu.

Salah satunya Diah Ayu Nurfadilah. Meski sudah beberapa kali berkunjung ke tempat itu perempuan yang lahir pada 26 Juni 1999 ini tidak pernah bosan. Pemandangan alam yang
disuguhkan tidak pernah membuatnya untuk berjauh-jauh  mengunjungi lokasi itu.

Memamang sudah menjadi kesukaannya sih jalan jalan bersama teman-temannya. Dan yang menjadi pilihannya adalah berkunjung ke kebun teh yang berada di Desa Gucilait itu. "Sering
main bersama teman-teman, kalau dirumah terus bikin bosan," katanya.

Ayu mengakui memiliki kenaangan yang tidak pernah dilupakan. Saat itu, bersama dengan teman-temannya sempat terjatuh saat mengunjungi destinasi wisata itu.

Sabtu, 18 Februari 2017

Ingin jadi Pramugari


MENJADI seorang pramugari tentu banyak diimpikan. Salah satunya Palupi Cahyaningru. Perempuan yang satu ini sangat menginginkan menjadi seorang pramugari.

Supaya Bisa Keliling Dunia

Satpol PP Juga Oke


JIKA sudah jadi cita-cita, apapun akan ditempuh. Meski perempuan, kalu cita-ciytanya ingi8n masuk di bidang kemiliteran tetap dikejar juga. Tak peduli apa kata orang lain. Semala orang tua mendukung, jalan terus.

Begitulah yang dialami Retno Dwita sari. Perempuan kelahiran Denpasar, yang kini menetap di Desa?Kecamatan Senduro ini sejak kecil memang bercita-cita masuk di dunia militer, Memang petrempuan tapi sudah cita-cita gimana lagi," katanya.

Karena itu sejak lulus dari SMAN Senduro, dia memilih untuk mendaftar jurusan militer. Setiap ada pendaftaran dia antusias mendaftar. Bukan cuma di TNI AD saja dia mendaftar. Di Polwan juga dia kirimkan lamaran dan pendaftaran. "Lulus SMA saya daftar polisi sampai dua kali., daftar TNI AD juga,"ungkapnya. hanya saja, nasib harus berkata lain.

Jumat, 17 Februari 2017

Keterbatasan Bukan Hambatan


TIDAK banyak orang yang maun menjadi tenaga sosial. Yang setiap harinya harus bergelut denagn permasalahan sosial yang tidak akan pernah habis. namun tidak demikian dengan Totok Muajiarto ini, Sebagai tenaga sosial dia bahkan punya keyakinan bahwa setiap manusia bisa mnadiri. Meski para difabel yang penuh dengan keterbatasan.

Semangat Meski Tak Punya Kamera


NURUL Oktaviani, perempuan yang satu ini sangat kokoh terhadap pendiriannya yang ingin menjadi seorang fotografer. Hal itu terbuki, meski belum memiliki kamera pribadi, dia tateap semangat dan mempelajari fotografer.
Perempuan yang biasa dipanggil Yayuk ini, dari awal memang sudah memiliki kegemaran soal foto memfoto. Sejak dirinya masih kecil, sangat terobses menjadi fotografer.
Entah apa yang membuatnya terketuk untuk menjadi seorang fotografer. Yang jelas menurutnya menjadi seorang fotografer itu merupakan pekerjaan yang mengasyikkan. "Entah, asik saja melihat fotografer saa mengambil gambar," katanya.
Selain terobsesi, ternyata Yayuk juga memiliki hobi memotret. Objek yang diambilnya pun beragam.