MENJADI anggota satuan pengaman (satpam) bukan masalh bagi Sisilia Widya Rohmawati. Dia sangat enjoy menjadi satpam di salah satu perusahaan kayu di Lumajang.
Ternyata Cita-Citanya Jadi Polwan
Bahkan, Saat ini julukan satpam cantik itu disandangnya. Keluarga dak rekan-rekannyalah yang memerikan julukan Sisil panggilan akrabnya, sebagai satpam cantik,"Keluarga dan rekan-rekan yang memberikan julukan satpam cantik itu," kata perempuan yang mempunyai gigi gingsul ini. Meski itu hanya sebagai guyonan, secara tidak sengaja kata-kata itu memberikan semangat bagi dirinya.
Dia menuturkan, meski pekerjaannya sebagai satpam merupakan pekerjaan yang sangat jarang diminati oleh perempuan pada umumnya. Namun, hal itu tidak menjadikannya tak semanagt dalam bekerja.
Sisil memiliki pendapat yang berbeda soal pekerjaannya itu. Dia mengemukakan, pekerjaan apapun selagi mampu menjalankan, tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. "Tidak salahkan, kalau perempuan bekerja sebagai satpam," akunya.
Ternyata sebelum dirinya menjadi seorang penjaga keamanan, Sisil merupakn seorang guru taman kanak-kanak di desanya. Pekerjaannya sebagai guru itu dia lakukan saat masih menjadi seorang mahasiswa.
Tiga tahun lamanya, dia bergelut dengan anak-anak yang diajarkannya. Meski saat itu Sisil sedang menyelesaikan kuliahnya. pilihan untuk berkiprah di dunia pendidikan terus dilakukan.
Nah, singkat cerita, dia diberi sebuah informasi adanya pelatihan garda utama. Tawaran itu dia terima, tentu juga dikarenakan dukungan dari kedua orang tuanya.
Semenjak mengikuti pelatihan menjadi seorang petugas keamanan itu, pekerjaan sebagai guru TK dan pendidikan strata satunya dia vakumkan. "Saat itu, saya memilih ikut dalam pelatihan itu," tuturnya.
Setelah menyelesaikan pelatihan tersebut, Sisil bertugas di salah satu pabrik kayu di Lumajang. Tentu dia merasa pekerjaannya itu memiliki banyak tantangan. Namun, atas bekal yang dia dapat dalam pelatihan, membuatnya cukup terlatih untuk menjadi petugas keamanan.
Meski sebagai perempuan, Sisil mendapat soal cantik itu bagian belakang. Yang terpenting adalah bagaimana caranya bisa memiliki penghasilan sendiri. Cantik-cantik jadi satpam mah itu masalah, yang penting punya penghasilan," katanya.
Perempuan yang lahir dari pasangan Mudjiantoro dan Nulik ini, sampai saat ini menikmati pekerjaannya sebagai seorang stpam. Selain itu, dia juga sangat meyukai julukan yang diberikan oleh keluarga dan teman-temannya itu.
Meski saat ini, Sisil memiliki pekerjaan sebagai seorang satpam. Namun, dia tidak menghilangkan cita-citanya sebagai seorang polisi wanita. Perempuan kelahiran 9 April 1995 ini sangat menginginkan dirinya untuk bisa menjadi seorang polisi wanita.
Keinginan itu sudah dia tancaokan sedari kecil. Dan cita-cita itu juga menjadi salah satu alasan Sisil Mengikuti pelatihan garda utama tersebut. "Menjadi Satpam juga jadi bekal untuk menggapai cita-cita," tuturnya.
Sehingga, jika kedepan ada kesempatan dan rejek Sisil akan mengikuti pelatihan untuk menjadi seorang polisi wanita. "Kalau ada kesempatan, mungkin akan melanjutkan pendidikan di kepolisian," tutupnya.(mar/ras)
Sumber: Jawa Pos Radar Semeru, 08 Februari 2017
Disalin Kembali Oleh:(Yn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar