Rabu, 22 Februari 2017
Nabung untuk Butik
Meski saat ini pekerjaannya tidak sesuai dengan keinginannya itu, tapi perempuan yang memiliki nama Agustin Ambarwati ini tetap bertekad untuk membuat butik. Sebuah rumah pakaian yang ingin dia kembangkan sendiri.
Begitulah yang dialami Zerika Nurafida. Perempuan beralamat di Jalan Ranu nomer 50, RT 20, RW 09 Desa/Kecamatan Klakah ini sempat mengalami lika-liku hidup yang tak menentu. Itu diawali sejak dia Lulus SMAN Klakah tahun 2011 lalu.
Dia mengaku sempat membangun usaha. "Buka usaha kue dan catering makanan," kata perempuan yang juga alumni SMON 2 Klakah ini. Sejumlah kegiatan yang mendukung usahanya itu terus dilakukan.
Dia memang bekerja pada seseorang, karena luwesnya cara bergaul, diapun mudah diterima orang-orang di sekelilingnya. Namun, disitulah yang membuat diajuga menerima banyak tawaran.
Salah satunya sebagai pramuniaga di salah satu yang ada di Klakah. Pernah juga jadi pramuniaga di apotek," katanya. Suka duka menjadi seorang pramuniaga sempat dia jalani beberapa bulan.
Dan ternyata, diapun tak menyangka jika setelah itu juga pernah menjadi seorang pegawai honorer di kantor Polsek Klakah. "Pernah jadi staf honorer di Polsek Klakah. Juga pernah sebelumnya jadi staf TU di Universitas Banyuangga," terangnya.
Semua itu dia jalani dengan baik. Tidak pernah dia menyepelekan sebuah pekerjaan. Dimana dia berada, dia selalu memberikan yang terbaik buat pekerjaannya. Membuat setiap pekerjaan selalu tuntas dengan baik.
Ternyata, dalam beberapa bulan terakhir, perempuan yang juga hobi membuat kue ini saat ini mengalami kehidupan yang berbeda. Dia sekarang menjadi seorang yang ditakuti lataran profesi yang baru.
Yakni menjadi seorang petugas pelayan masyarakat. Menjadi personel dalam sauan polisi pamong praja. "Sejak awal Januari gabung Satpol PP," katanya. Semua yang bersangkutan dengan pekerjaan itu dia jalani dengan baik.
Bukan berarti dia masuk tanpa ada bekal. Ternyata bekal yang dimiliki cukup mumpuni sebagai seorang petugas yang menegakkan peraturan daerah. Bagaimana tidak, sebab, sia merupakan seorang jagoan dalam urusan bela diri yakni Pencak Organisai (PO).
Bahkan, sebagai atlet andalan Lumajang, dia sering membawa puilang medali emas. "Pernah memperoleh medali emas di Kejurnas PO," terangnya. Dengan ukuran itulah, mentalnya sebagai petugas terasah sejak lama.
Tepatnya sejak dia duduk dibangku SMA. Saat itu dia menggeluti PO. Ketika Kejurnas itulah, dia sedang duduk dibangku kelas XI SMA Klakah pada tahun 2009. "Itu kejurnas pertama yang diadakan di Lumajang. Alhamdulillah dapat medali emas," katanya.
Lalu bagaimana dia bisa masuk menjadi petugas Satpol PP, dia tertarik. "Terus saya mengirim lamaran pekerjaan kesana. Alhamdulillah mendapat panggilan untuk bekerja disana," pungkasnya. (fid/ras)
Sumber : Jawa Pos Radar Semeru, 10 Februari 2017
disalin oleh (er)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar