KESAN pertama yang dirasakan jika berkenalan dengan erempuan ini adalah namanay yang anjang. Anugrah Hadiyanti Sukma Pertiwi.
Dia adalah salah satu remajan yang sangat mmeyukai tari sejak kecil. Dia mengatakan, tai yang dipelajari sejak kecil sampai saat ini adalah taeri tradisioanal. Menurutnya melestarikan budaya bangsa."Dari kecil memang sudah suka tari tradisional," katanya.
Ingin Tampil di Kancah Nasional
Tiwi panggilan akrabnya menuturkan, jika tarian tradisional sudah melekat dirinya. Meski memiliki hobi yang cukup beragam, namun menari masih menjadi prmadona dalam hati dan rutinitasnya.Selain menari, Tiwi juga memiliki hobi beladiri karate. Meski tiedak dia tekuni namun latihan karate secara rutin terus dia lakukan. "Hobiku banyak dakarate, travelling dan menari," ungkapnya.
Perempuan yang lahir di Lumajang 11 Juni 1999 ternyta mempunyai banyak pretasi dari menari. Beberapa ajang perlombaan dia ikuti, mulai dari tingkat sekolah, tingkat kaupaten bahakan Tiwi pernah berlaga pada kancah provinsi.
Tiwi mwncweitakan, menekuni tari tradisional semenjak dia sering diikuti lomba dan dipercayai untuk mewakili lomba trai tradisional semenjak dia sering diikuti lomba dan dipercayai untuk mewakili lomba tari di sekolahnya. Tidak tanggung-tanggung, Tiwi kecil selalu menyabet gekar juara.
Tentunya hal itu yang membuat kedua orang tua bangga. Sehingga, sampai saat ini Tiwi terus menekuni aktivitas itu. "Waktu itu cukup membanggakan kedua orang tua. makantya sampai saat ini terus menari," akunya.
Seelah dirinya duduk di bangku sekolah menegah atas pun, iwi tetap aktif dalam perlombaan tari. Tidak hanya lomba di Lumajang saja, Banyuwangi dan probolinggo juga sudah dia jajaki dengan menari.
Berkat baktnya itu, sampai saat ini Tiwi masih dipercaya menjadi faktor dari tempatnya mencari ilmu. Rasa bangganya pun terus tumbuh. "dari dulu samapi sekarang masih dipercaya menjadi maskot," akunya.
Tiwi juga pernah mewakili sekolahnya untuk bertanding di kancah provibsi, pengalaman itu tidak dilupakan olehnya. mengapa tidak lawannya-lawannya tidak hanya satu tapi ratusan peserta perwakilan dari sekolahnyam masing-masing.
Dia mengatakan, apalgi penari asal Banyuwangi yang merupakan kota penari. Sempat pesimistis, namun dukungan dari kedua orang tuanya memberikan semangat. Hingga dirinya keluar menjadi seorang juara.
Selain hobi, Tiwi menjadikan tarian sebagai sarana olahraga. Hal itu dikarenakan menari tiu bisa menggerakan seluruh anggota tubuh," Menari itu olah raga juga dan biasa melatih otak juga," ungkapnya
Tidak ingin selesai di sana saja, Tiwi masih memiliki cita-cita bewsar dengamn menari. Dia berambisi untuk menjadi penjari profesional. Apalagi sampi bisa berlaga di kancah nasional. "Keinginanku yang belum terwujud adalah mengikuti lomba tari tradisional pada kancah nasional," tutupnya. (mar/ras)
Sumber: Jawa Pos Radar Semeru, 22 Februari 2017
Disalin Kembali Oleh.(Rs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar