Kamis, 23 Februari 2017

Ternyata, Jagoan PO



LIKA-LIKU kehidupan siapa yang tahu. Tak ada satupun yang mampu memprekdisi. Sekarang menjadi apa dan besok akan seperti apa. Yang perluu dilakukan adalah menjadikan yang terbaik setiap langkahnya.

Kamarnya Penuh dengan Koleksi Panda


Pekerjaannya sebagai seorang karyawan di salah satu perusahaan otomotif di Lumajang ini tidak menuturkan niatnya untuk membuat sebuat butik. "Ingin sekali punya butik sendiri, desain baju sendiri, jahitnya juga sendiri," katanya.
Keinginannya itu ternyatadidasari ataskesukaannya pada fashion. Perempuan lulusan sekolah menengah kejuruan dengan ahli busana butik ini terus bertekad agar apa yang diinginkan itu bisa tercapai.
Dia mengakui, sempat berapa kali menerima permintaan untuk mendesainkan baju. Saat itu, orang itu juga meminta Ambar, panggilan akrabnya untuk menjahitkan baju tersebut. Dan hasilnya lumayan, pujian datang dari orang tersebut.
Namun, kesibukannya sebagai seorang karyawan itu membuat Ambar kurang berkonsentrasi dalam menekuni bakatnya itu. "Sibuk kerja, jadi kadang kadang menolak jika orang-orang minta dibuatkan baju," akunya.
Meski sampai hari ini, Ambar belum menerima pesanan baju. Hanya saja, bakat desainnya terus dia kembangkan. Ambar sering membuat baju untuk dipakai sendiri. "Buat asik-asikan aja, kan kalau diri sendiri gak papa meski buatnya sampek berbulan-bulan," tambahnya.
Perempuan yang lahir di Lumajang 17 Agustus 1997 ini, bertekad akan mengumpulkan modal untuk membuat membuat butiknya sendiri. Pekerjaannya kali ini dia pandang sebagai batu loncatan untuk bisa menabung.
Hal itu sudah menjadi tekad bagi dirinya. Sehingga, anak perempuan pasangan Ngadi dan alm khusnul Khotimah ini tidak ingin membebankan keinginannya kepada orang tuanya. "Paling tidak bisa meringankan beban orang tua lah," tuturnya.
Setelah nantinyabutik itu bisa dia dirikan, Ambar bertekad untuk mengembangkan. Apalagi, dia juga berbakat dalam merancang busana. Sehingga tidak heran jika dirinya benar-benar bertekad kuat untukmewujudkan hal itu. "Semoga saja, suatu saat nanti bisa menguasai pasar model Internasional," ungkapnya lalu tersenyum.
Selain itu, ternyata Ambar jugaseorang kolektor aksesoris panda. Hewan dengan bulu putih hitam itu benar-benar menarik perhatiannya. Kecintaannya pada hewan bertubuh gendut iru, membuat Ambar mengoleksi banyak pernak-pernik beerbentuk panda. Mulai dari boneka, sampai bantal yang biasa digunakannya untuk beristirahat.
Meski hanya baru-baru ini saja dirinya menyukai panda,perempuan yang beralamatkan di Kelurahan Rogotrunan ini sudah banyak mengoleksi banyak pernak-pernik bervariasi panda. "Sudah banyak ini, di kamar saja sudah hampir penuh," tutupnya. (mar/ras)



Sumber : Jawa Pos - Radar Semeru, 13 Februari 2017
Ditulis kembali oleh : nbl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar