Kemenangan Jadi Cambuk untuk Lebih Baik
Perempuan yang lahir di Jember 13 Oktober 2001 ini,merupakan salah satu siswa dan sekaligus santri di salah satu pesantren di Lumajang."serasa mendapat sesuatu yang istimewa,"katanya.
Ternyata perempuan yang satu ini memang menyukai bahasa Arab sejak dirinya kecil.Semenjak duduk madrasah ibtidaiyah,Isty sudah sangat akrab dengan bahasa Arab.Sehingga,saat dirinya melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi.Pendidikan bahasa Arab merupakan makanan ringan bagi dirinya.
Sudah banyak bidang lomba yang sering dia ikuti.Terutama dalam bidang bahasa arab.Beberapa kali meraih juara umum."namun yang paling berkesan adalah menjadi juara di Olimpiade bahasa Arab tingkat Jatim,"akunya.
Dia mengatakan,hal itu tidak dengan mudah dia dapatkan Dukungan dari semua pihaklah yang membuat Isyti dapat meraih juara itu.Dukungan penuh dari orang tua dan guru memberikan semangat positif bagi dirinya.
Isyti menceritakan perjuangannya saat menjawab semua soal yang dilombakan.sistim poin yang dibuat oleh panitia,tentu membuat Isyti harus berhati dalam menjawab."Di babak penyisihan dari 50 soal saya hanya mampu menjawab 42 soal saja,"tuturnya.
Ternyata fase itu berhasil dia lewati,kemudian masuk ke babak final.Isyti masuk dalam 10 besar siswa se Jawa Timur yang masuk babak final.Bahkan,peringkatnya saat itu masuk dalam lima besar terbaik.
Di babak final,Isyti kembali dihadapkan dengan soal.Hanya saja soal-soal itu ber-esai."Hanya 10,tapi sulit-sulit semua jawabannya,"akunya.saat."Saat itu saya hanya bisa menjawab 9 soal saja,"tambahnya.
Ternyata dewi fortuna berpihak pada Isyti,peringkat juara pertama itu diraihnya.Namanya pun dipanggil untuk naik ke atas podium.Pengalaman yang sangat membanggakan bagi dirinya.apalagi,saat itu orang tuanya datang langsung untuk mendukung perjuangannya dalam berkompetisi.
Kendati demikian,Isyti tidak berbesar hati untuk menyombongkan diri.Namun,dia menilai itu merupakan awal yang baik untuk menjadi lebih baik lagi."Bagi saya setiap usaha akan mendapakan hasil terbaik,"ujarnya.
Dengan begitu,kemenangan itu merupakan sebuah cambuk bagi dirinya untuk lebih rajin dan tekun belajar."Jangan pernah pesimis,dan jangan pernah putus asa meraih cita-cita,asal ada keinginan dan kesungguhan Insyallah semua akan tercapai,"tutupnya.(mar/ras)
Sumber:Jawa Pos Radar Semeru 09 Februari 2017
Ditulis Kembali:AF

Tidak ada komentar:
Posting Komentar