Banyak yang mengenal Gucialit karena kebun tehnya yang terhampar luas. Selain itu, pemandangann hijau daun teh juga memberikna kesan tersendiri bagi siapapun yang datang ke
tempat istimewa itu.
Salah satunya Diah Ayu Nurfadilah. Meski sudah beberapa kali berkunjung ke tempat itu perempuan yang lahir pada 26 Juni 1999 ini tidak pernah bosan. Pemandangan alam yang
disuguhkan tidak pernah membuatnya untuk berjauh-jauh mengunjungi lokasi itu.
Memamang sudah menjadi kesukaannya sih jalan jalan bersama teman-temannya. Dan yang menjadi pilihannya adalah berkunjung ke kebun teh yang berada di Desa Gucilait itu. "Sering
main bersama teman-teman, kalau dirumah terus bikin bosan," katanya.
Ayu mengakui memiliki kenaangan yang tidak pernah dilupakan. Saat itu, bersama dengan teman-temannya sempat terjatuh saat mengunjungi destinasi wisata itu.
Ternyata Juga Suka Novel
Untungnya Ayu, tidak mengalami cidera dan lain sebaginya. Sehingga Ayu tetap bersenang-senang bersama teman-temannya di Gucialit. "Dulu sempat jauh disana, waktu itu habis hujanjadi jalannya licin," akunya
Kendati demikian anak perempuan pasangan Agus dan Tumimah ini, tidak pernah kapok untuk kembali lagi ke daerah itu. Hal itu dikarenakan rasa tenang dan nyaman sangat dirasakan
ketiak berada di dataran tinggi itu.
Selain kebun teh Gucialit, ternyata Ayu juga menaruh hati pada wisata air selo kambang. Menurutnya, wisata yang masih tergolong alami. "Di Selo kambang saya juga suka,"
tuturnya.
Kecintaanya terhadap wisata alam itu juga dia tularkan kepada teman-temanny. Menurutnya, daripada nongkrong dan menghabiskan uang hanya untuk makan, mending aktivitas itu
dilakukan dengan menelusuri pemandangan alam.
Menurutnya selain memberikan ketenangan bermain ke alam itu juga mengajarkan diirinya untuk selalu mensukuri pemberian tuhan. "Ternyata alam itu juga memiliki keindahan yang
laur biasa, dan kami harus menjaga itu," kata perewmpuan yang memiliki keinginan untuk menjadi pegawai bank ini.
Tidak hanya itu saja, meski sering bermain di alam. Ayu mengaku juga memiliki kegemaran dalam membaca menurutnya, membaca itu merupakan makanan bergizi pengatahuannya.
Buku yang dia suka juga bervariatif, mulai dari buku umum, pengetahuan dan bioografi, namun yang paling dia sukai adalah novel. Buku dengan genre bercerita itu cukup mengisi
waktu kosong Ayu.
Kesukaanya terhadap buku itu sudah di rasakan sejak kecil, lantaran orang tuanya memang menhajarkan dirinya dari awal untuk menyukai buku, "Dari lkecil sudah suka, meski hanya
buku cerita bergambar," tutupnya.(mar/ras)
Sumber: Jawa Pos Radar Semeru, 04 Februari 2017
Disalin Kembali Oleh.(Rs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar